Wagub juga menjelaskan IFFCO Group telah menjalankan kegiatan usaha di Batam melalui PT Synergy Oil Nusantara, yang mengoperasikan fasilitas pemurnian minyak makan di kawasan Kabil, Nongsa.

"Keberadaan perusahaan ini jadi salah satu bukti kontribusi investasi UEA dalam mendukung aktivitas industri dan perekonomian Batam," ujarnya.

Nyanyang memaparkan berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kepri termasuk tiga wilayah di luar Jawa yang paling diminati investor asing pada semester I-2026. Pada periode yang sama, realisasi investasi di Batam mencapai Rp40 triliun, seiring pertumbuhan ekonomi sebesar 7,28 persen.

Capaian ini menjadi modal penting bagi Kepri untuk terus memperkuat daya saing daerah dan memperluas peluang kerja sama dengan investor global.