"Keberhasilan program tidak cukup diukur dari terbentuknya koperasi secara administratif. Pelaksanaan di lapangan, tata kelola organisasi, serta kemampuan pengurus menerjemahkan tujuan kebijakan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif juga harus menjadi perhatian," ucap dia.
Ia melanjutkan respon masyarakat terhadap KDKMP beragam, mulai dari dukungan hingga kritik. Dan tanggapan tersebut menjadi dorongan bagi para pengurus untuk membuktikan bahwa koperasi mampu memperkuat perekonomian desa dan kelurahan.
"Kehadiran KDKMP berpotensi mengubah pola kegiatan ekonomi yang selama ini berlangsung di masyarakat, termasuk hubungan usaha dengan tengkulak dan pelaku ekonomi lainnya. Oleh karena itu, bendahara, manajer, dan seluruh pengurus perlu menjalankan pendekatan yang baik agar koperasi dapat diterima serta berkembang di tengah masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan, ββββββkeberhasilan KDKMP ditentukan oleh tata kelola yang baik, integritas para pengurus, partisipasi anggota, dan kemampuan pengelolaan keuangan secara benar, dan bukan hanya berpacu pada modal semata.
Dia pun meminta peserta memperkuat tiga hal utama yakni integritas, profesionalisme, serta transparansi dan akuntabilitas.