NADIKABAR.COM — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Jhoni Asadoma mendesak aparat kepolisian menindak tegas pelaku kekerasan seksual di lokasi pengungsian korban gempa Flores. Ia menyoroti potensi kerawanan keamanan dan kekerasan seksual di tenda-tenda darurat.

Jhoni Asadoma mengatakan, pemerintah akan berkoordinasi dari dengan pemerintah kabupaten hingga tingkat desa, serta kepolisian untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Kita akan koordinasi di tingkat pemerintah desa hingga kepolisian untuk menjaga hal ini tidak terjadi lagi," ujar Jhoni, Senin (7/9/2026).

Ia meminta kepolisian, untuk segera memproses hukum tindakan-tindakan yang tidak terpuji sesuai aturan yang berlaku.