NADIKABAR.COM β€” Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hugua mengingatkan pentingnya pelestarian bahasa daerah dengan membiasakan anak berkomunikasi menggunakan bahasa ibu di lingkungan keluarga.

Wagub Sultra Hugua saat ditemui di Kendari, Selasa, menyoroti fenomena anak-anak di kawasan perkotaan yang umumnya paham bahasa daerah, namun tidak mampu menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

β€œRata-rata sekarang mereka mengerti, tetapi tidak bisa berbahasa ibu. Itu kekurangan,” kata Wagub Hugua saat menghadiri Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 yang digelar Balai Bahasa Sultra.

Ia menegaskan peran krusial orang tua dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah sejak dini di lingkungan rumah tangga.

β€œBegitu lahir di kota, para ibu-ibu, bapak-bapak, ajari mereka bisa berkomunikasi bahasa ibu, karena itu adalah identitas dia, itu adalah jiwa dia, jiwa keluarga itu,” ujar Wagub Hugua.

Selain peran keluarga, ia mendorong pemerintah untuk mendukung pelestarian bahasa daerah melalui penyusunan kurikulum muatan lokal dan penyediaan buku bacaan budaya setempat.

Ia juga mengapresiasi Balai Bahasa Sultra yang konsisten mengawal bahasa sebagai identitas, pemersatu, dan penopang peradaban.

Sementara itu Kepala Balai Bahasa Sultra Dewi Pridayanti menjelaskan rangkaian peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2026 telah berlangsung sejak 1 Oktober dengan mengusung semangat Trigatra Bangun Bahasa.

β€œBahasa Indonesia menyatukan kita, bahasa daerah menjaga akal dan identitas kita, sedangkan bahasa asing membuka jalan untuk menjangkau dunia yang lebih luas,” jelas Dewi.

Puncak peringatan tersebut antara lain dirangkai dengan kegiatan pengumuman pemenang berbagai lomba, penampilan musikalisasi puisi dari SMAN 1 Kendari dan SMAN 2 Konawe Selatan, serta peluncuran produk kolaborasi Balai Bahasa Sultra.