Lebih lanjut, Akbar mengatakan pengungkapan upaya penyelundupan tersebut telah menyelamatkan ribuan orang dari penyalahgunaan narkoba. Ia menyebut persoalan penyalahgunaan narkoba juga menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

"Ini sesuai dengan Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo, 'memperkuat reformasi politik, hukum dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba'," kata Akbar yang merupakan senator dari Sulawesi Tengah itu.

Dalam pengungkapan kasus ini, tim gabungan Polri, Bea Cukai, BNN, dan TNI mengamankan delapan awak kapal MT Global 168. Mereka terdiri atas tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA). Kapal tersebut kini diamankan di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Direktur Jenderal Bea Cukai Letjen (Purn) Djaka Budhi Utama menyampaikan apresiasi kepada Polri dan BNN atas pengungkapan penyelundupan ketamin seberat 1,16 ton tersebut. Ia mengatakan kasus narkotika di perairan Sumatera Utara itu menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.