NADIKABAR.COM — Bank Indonesia (BI) mengungkapkan dana asing keluar dari pasar modal Indonesia setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menerbitkan consultative paper terkait usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan arus modal asing sebelumnya masih menunjukkan perkembangan positif sejak akhir September hingga pertengahan Oktober 2026.
Namun, kondisi tersebut berubah setelah MSCI mengeluarkan consultative paper.
"Memang sejak akhir September sampai dengan pertengahan Oktober itu kalau kita lihat arus masuk kita lumayan bagus, cuma belakangan dengan adanya consultative paper dari MSCI ini kelihatannya memang kita menghadapi arus keluar," kata Erwin dalam taklimat media BI, Jumat (23/10).
Menurut Erwin, arus keluar tersebut tidak hanya terjadi di pasar saham. Aliran dana asing juga tercatat keluar dari Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
"Outflow yang terjadi sejak release consultative paper itu pada hari Jumat karena outflow tidak hanya terjadi di pasar saham, tapi SBN juga outflow, SRBI juga outflow," ujarnya.
Meski demikian, Erwin mengatakan BI tidak menyampaikan angka pasti mengenai besaran dana asing yang keluar tersebut.
"Kalau untuk angka tadi kan pertanyaan mengenai outflow ya, mengenai outflow baiknya angkanya mungkin enggak keluar dari kita, tapi kita memang mengamati ada outflow di pasar saham," kata dia.
Sebelum terjadi arus keluar tersebut, Erwin mengatakan kebijakan insentif BI yang diluncurkan sejak Juni telah mendorong masuknya aset rupiah dalam jumlah besar. Hingga periode tersebut, total aset rupiah yang masuk mencapai sekitar Rp137 triliun-Rp138 triliun.