NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menegaskan bahwa perubahan iklim harus dipandang sebagai persoalan ketahanan nasional. Dampaknya telah dirasakan melalui meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, ancaman terhadap ketahanan pangan dan air, serta kerugian ekonomi yang membebani masyarakat, terutama kelompok rentan.

"Ketahanan iklim adalah bagian dari ketahanan nasional. Kita berbicara tentang perlindungan terhadap pangan, air, wilayah, dan keselamatan rakyat. Karena itu, aksi iklim harus menjadi agenda pembangunan nasional yang terintegrasi dan berkeadilan," kata Eddy dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Hal tersebut disampaikan Eddy saat menyampaikan pidato kunci sekaligus membuka Forum Investasi Iklim dalam rangkaian Bali Climate Week 2026 di Bali, hari ini.

Di sisi lain, Eddy menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadikan agenda iklim sebagai peluang pertumbuhan ekonomi. Potensi energi terbarukan Indonesia mencapai sekitar 3.600 gigawatt, dengan potensi tenaga surya sebesar 3.286 gigawatt. Namun, pemanfaatannya masih sangat terbatas.

Dia menilai kesenjangan antara besarnya potensi dan realisasi pemanfaatan tersebut harus dijawab dengan kebijakan yang konsisten, kepastian regulasi, serta iklim investasi yang mampu menarik keterlibatan sektor swasta dan investor global.