Selain mengusulkan Aliansi Perempuan Bosphorus, Rerie turut menyampaikan dua gagasan lainnya. Pertama, membuka akses permodalan dan pasar digital agar perempuan pengusaha memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya.

Kedua, mendorong kebijakan pembagian peran yang lebih seimbang antara laki-laki dan perempuan, misalnya dalam menjaga dan mendidik anak dan pekerjaan yang fleksibel bagi perempuan.

Rerie juga mengajukan redefinisi sejumlah konsep terkait peran perempuan. Pertama, redefinisi dari posisi menuju dampak, yakni bagaimana perempuan dengan posisinya masing-masing bisa melakukan perubahan.

Kedua, dari tangga menjadi jembatan, yakni bagaimana perempuan tidak hanya menaiki tangga untuk mengejar posisi, tetapi juga membangun jembatan untuk membantu perempuan dan orang lain 'menyeberang'.

Hal ini berarti perempuan tidak bisa hanya mengurus diri sendiri, tetapi harus memedulikan dan memberdayakan perempuan lain.