Ketiga, dari kemurahan hati menjadi strategi. Pemberdayaan ekonomi perempuan tidak boleh lagi dipandang sebagai kemurahan hati, tetapi sebagai strategi ekonomi.

Berbagai gagasan tersebut disampaikan Rerie karena perempuan di berbagai negara hingga kini masih menghadapi diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan.

Padahal, perempuan memiliki peran di berbagai bidang, mulai dari sektor energi, jurnalisme, bisnis, hingga ilmu pengetahuan. Mereka juga turut mengambil peran besar dalam menghadapi situasi krisis, termasuk saat pandemi COVID-19.

Rerie mengambil contoh di Indonesia, perempuan menjalankan 65,4% usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Akan tetapi, hanya 56,6% perempuan berpartisipasi dalam lapangan kerja, sementara itu laki-laki 84,4%.