NADIKABAR.COM — Wakapolda Jateng Brigjen Andi Herindra Rahmawan menemui sejumlah ulama untuk menjelaskan penggeledahan di sebuah pondok pesantren (ponpes) terkait penyidikan kasus pembakaran dan perusakan Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
"Pertemuan ini merupakan kesempatan untuk menjalin komunikasi dan mendengar aspirasi. Kami tidak datang untuk meminta siapa pun membenarkan tindakan kepolisian atau menghentikan penyampaian keluhan. Pertemuan ini juga tidak menentukan hasil penyidikan maupun pemeriksaan yang sedang berjalan," ujar Andi dalam keterangan resmi, Sabtu (31/10).
Brigjen Andi bertemu dengan para tokoh agama yakni pemilik Pondok Pesantren Al-Mukmin ustaz Abu Bakar Ba'asyir, Ketua Yayasan Al-Mukmin Ngruki ustaz Yahya Abdurrahman, putra ustaz Abu Bakar Ba'asyir; ustaz Abdurochim Ba'asyir alias Ustaz Iim, Mudir Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki ustaz Munir, Ketua Pembina Yayasan ustaz Taufik Usman, Wakil Pembina Yayasan ustaz Muyazin.
Pertemuan ini dilakukan setelah polisi melakukan penggeledahan di dua ponpes di wilayah Karanganyar dan Sukoharjo pada Selasa (27/10). Brigjen Andi menemui sejumlah ulama untuk mendengarkan aspirasi dari pihak ponpes. Andi menyebut pihaknya memahami jika ada keluhan terkait penggeledahan.
"Terkait perkara perusakan dan pembakaran warung di Desa Parangjoro, langkah penyidik Polda Jawa Tengah merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pihak yang diduga terlibat. Penanganan perkara harus didasarkan pada bukti dan dilaksanakan sesuai ketentuan hukum."