NADIKABAR.COM — Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Barat Brigjen Pol Sulastiana mengajak Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat berperan aktif mencegah penyebaran isu provokasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut Wakapolda, pengurus BKMT dapat memanfaatkan berbagai kegiatan keagamaan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan perdamaian, memperkuat toleransi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan dan ketertiban di tengah keberagaman.
"Jangan mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama melalui media sosial, karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman," kata Sulastiana di Manokwari, Senin.
Menurut dia, tokoh agama merupakan sosok yang paling berpengaruh dalam membangun kesadaran masyarakat untuk dapat menangkal berbagai bentuk provokasi, sekaligus mampu memediasi setiap persoalan di tengah lingkungan masyarakat melalui musyawarah.
Nilai-nilai keagamaan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial, sehingga stabilitas keamanan Papua Barat tetap kondusif hingga masa mendatang.
"Jadikan pengajian sebagai wadah pembinaan keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara tokoh agama, masyarakat, dan kepolisian," ujarnya.
Ia berharap agar pengurus BKMT dan jamaah aktif mengidentifikasi potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing, serta segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan persoalan yang berisiko menimbulkan konflik sosial.
"Pemeliharaan ketertiban dan keamanan tidak hanya jadi tanggung jawab kepolisian, tetapi butuh keterlibatan seluruh elemen masyarakat," ucap Sulastiana.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Trihadi Kuncahyo menyebut keterlibatan kepolisian dalam kegiatan BKMT merupakan bagian dari pendekatan keagamaan dan sosial untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
Hubungan kemitraan dengan organisasi keagamaan diperlukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
"Kami imbau pengurus majelis taklim, tokoh agama, maupun generasi muda ikut menjaga toleransi dan tidak mudah terpengaruh isu yang berpotensi memecah belah persatuan," pesan Trihadi.
Menurut dia, sinergisitas antara kepolisian dengan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif, sehingga berbagai aktivitas masyarakat di wilayah Papua Barat dapat berlangsung lancar dan tertib.