Dalam pengamanan kontingen, kata dia, dilakukan secara melekat. Setiap kontingen didampingi satu Liaison Officer (LO) dari Divhubinter Polri untuk mendukung keamanan akomodasi atlet selama 24 jam.

Kemudian untuk pola pengamanan juga disesuaikan dengan karakteristik stadion serta potensi gangguan, termasuk unjuk rasa dan ancaman terorisme.

Sementara itu, Kaposko Utama Operasi Garuda Bhakti 2026 Brigjen Pol. Joko Sulistio menambahkan, sistem komando memungkinkan pimpinan memperoleh gambaran situasi dan penempatan personel secara cepat sebagai dasar pengambilan keputusan.

Untuk itu, Wakapolri meminta setiap pelaksanaan pengamanan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas operasi berikutnya.

"Setiap pertandingan dan event besar harus meninggalkan pengetahuan. Catat apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki," kata Wakapolri.