Dia berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, produktivitas pertanian harus diikuti dengan pendampingan, penguatan sumber daya manusia, hingga akses pemasaran agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Pada akhirnya, semua program pemerintah harus bermuara pada kemakmuran masyarakat. Karena itu, kita harus memastikan program ketahanan pangan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Sugiat juga mengapresiasi Pesantren Al Hidayah yang ikut mengambil peran dalam program tersebut. Dia menilai keterlibatan pesantren dalam sektor produktif dapat menjadi contoh bahwa lembaga pendidikan keagamaan juga mampu berkontribusi terhadap persoalan ekonomi dan ketahanan pangan.

Untuk diketahui, Pesantren Al Hidayah Deli Serdang berada di bawah pimpinan Ustadz Khoirul Ghazali, mantan narapidana terorisme (napiter). Pesantren tersebut kini menjalankan berbagai kegiatan produktif sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.