"Isu sesar ini harus jadi pemantik agar budaya sadar bencana melekat pada keseharian kita. Ketahanan kota dibangun dari regulasi yang tegas, penegakan SLF yang disiplin, dan pengawasan fisik bangunan demi keselamatan masyarakat," katanya.
Ia menilai pemerintah perlu memastikan aspek keselamatan masyarakat tidak hanya melalui edukasi, tetapi juga pengawasan terhadap kondisi bangunan dan fasilitas pendukung di ruang publik.
Arif secara khusus menyoroti kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang meminta pengelola pusat perbelanjaan menurunkan ketinggian pagar mal.
Menurut dia, penataan pagar berkaitan dengan mitigasi bencana karena menyangkut ketersediaan ruang keselamatan bagi masyarakat dalam kondisi darurat.
"Langkah Pak Wali Kota meminta ketinggian pagar mal diturunkan itu sudah sangat tepat. Ini bukan semata soal pagar, tetapi bagaimana memastikan ruang keselamatan tetap tersedia ketika terjadi kondisi darurat," katanya.