Menurut dia, pemerintah, termasuk parlemen, berperan menghadirkan kepemimpinan publik dan kebijakan yang melindungi seluruh pihak.

Sementara itu, dunia usaha berkontribusi melalui sumber daya, inovasi, dan peluang ekonomi. Adapun masyarakat sipil berperan memperkuat partisipasi komunitas serta membangun kepercayaan antara lembaga dan masyarakat.

"Ketiga sektor ini dapat membantu masyarakat dan memberikan masa depan yang stabil dan damai bagi rakyat," katanya.

Anggota Komisi X DPR RI itu juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai investasi untuk membangun perdamaian.

Menurut Rerie, konflik dapat dicegah melalui pendidikan di ruang kelas sebelum berkembang menjadi persoalan yang membutuhkan perundingan.

Ia juga mendorong penguatan kerja sama antarnegara dalam ketahanan menghadapi bencana, sistem peringatan dini, mitigasi, dan pemulihan.

"Bangsa-bangsa yang berbagi garis patahan yang sama seharusnya juga berbagi kebutuhan yang sama," ujarnya.