NADIKABAR.COM β Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai kebijakan subsidi energi dapat menghambat percepatan transisi energi karena membuat harga energi berbasis fosil menjadi lebih murah dibandingkan biaya produksinya.
Menurut Eddy, harga energi yang ditekan melalui subsidi membuat masyarakat dan pelaku usaha belum sepenuhnya terdorong untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih.
βProblem kita adalah subsidi. Padahal energi fosil artificially cheap, karena subsidinya besar,β ujar Eddy dalam sebuah forum di Jakarta, Rabu.
Ia mencontohkan harga Pertalite yang saat ini berada di kisaran Rp10.000 per liter, sementara biaya produksinya mencapai sekitar Rp16.100 per liter. Selisih tersebut ditanggung pemerintah melalui mekanisme subsidi.
Selain BBM, Eddy menyoroti subsidi LPG 3 kilogram. Menurut dia, biaya penyediaan LPG bersubsidi tersebut mencapai sekitar Rp56.000 per tabung, sedangkan harga yang dibayar masyarakat sekitar Rp20.000βRp25.000 per tabung.