"Masa depan halal bergantung pada seberapa baik kita dapat terhubung satu sama lain dan membangun kepercayaan di masa depan," katanya, seraya menambahkan bahwa Malaysia bertujuan meningkatkan ekspor halal menjadi sekitar 80 miliar ringgit (Rp351 triliun) pada tahun 2030.
Ahmad Zahid mengatakan industri halal menyumbang sekitar 11 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia, tetapi hanya sekitar 14,7 persen dari perusahaan yang memiliki sertifikasi halal adalah eksportir.
"Untuk mewujudkan ambisi kami, kami perlu membantu lebih banyak perusahaan ini untuk bersaing di luar negeri. Sertifikasi hanyalah permulaan perjalanan. Perusahaan juga membutuhkan produksi yang konsisten, pengemasan yang akurat, modal kerja, logistik yang andal, dan pemahaman tentang pasar sasaran mereka," katanya.