"Sebagai Wakil Wali Kota, saya kira bisa dilihat lah dari sini (komunikasi) tidak mudah. Harapan KONI menunjuk kami agar semuanya lancar. Tapi nyatanya tidak diindahkan upaya-upaya kami. Berarti saya kira ini yang tidak menghargai dari pihak Pemkot, semoga ini bisa segera selesai agar altet kita juga tetap semangat menorehkan prestasi," terangnya.
Menanggapi aksi unjuk rasa ini, Plt Sekda Kota Blitar Tri Iman Prasetyono menegaskan Pemkot tidak pernah melakukan intervensi terhadap pencairan anggaran dana hibah KONI. Menurutnya, Pemkot Blitar hanya berpegang pada proses administrasi negara tentang pengelolaan keuangan dan barang milik daerah.
"Tidak pernah menghalang-halangi dan tidak pernah intervensi. Kami hanya berpandangan bahwa proses administrasi negara tentang keuangan dan barang milik daerah itu harus dengan ketentuan yang legal dan sah," jelasnya.
Tri Iman mengatakan pihaknya telah menandatangani akta kesepakatan terkait permintaan KONI untuk proses pencairan anggaran tersebut. Hal itu sebagai bentuk untuk menerima aspirasi dari massa aksi itu.
"Sebetulnya ketika tanda tangan saya harus bertanggung jawab. Tapi sudah saya sampaikan tadi bahwa siapa pun yang hadir di sini, termasuk panjenengan, menjadi saksi bahwa saya harus tanda tangan," pungkasnya.