"Para tersangka ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam insiden kekerasan tersebut, pelanggaran terhadap perintah komandan militer terkait zona militer tertutup, dan pembangunan ilegal," sebut Finshi dalam pernyataannya.
Serangan-serangan ini terjadi di tengah kemarahan dunia internasional atas meningkatnya tindak kekerasan yang dilakukan para pemukim Israel di Tepi Barat.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, yang sedang menghadapi persaingan sengit dalam pemilu 27 Oktober mendatang, berupaya memperkuat basis pendukung sayap kanannya dan melontarkan keraguan mengenai situasi di balik rentetan serangan para pemukim Israel baru-baru ini.
Kubu oposisi Israel menyebut serangan terhadap warga negara asing (WNA) di Tepi Barat itu menodai citra Israel dan menuduh Netanyahu membiarkan tindak kekerasan semacam itu terjadi.