NADIKABAR.COM — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengajak masyarakat merawat nilai keberanian dan pengabdian yang diwariskan para pejuang Pertempuran Lima Hari di Semarang. Saat itu, para pemuda, pejuang, dan masyarakat mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan.

"Malam ini, di hadapan Tugu Muda, kita mengenang pengorbanan mereka. Kita mengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tumbuh dari sebuah keberanian, kehilangan, dan harapan yang diperjuangkan dengan sepenuh jiwa," ujar Agustina dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).

Ajakan itu disampaikan dalam upacara peringatan ke-81 Pertempuran Lima Hari di kawasan Tugu Muda, Rabu (14/10). Agustina mengatakan, pertempuran yang berlangsung pada 14-18 Oktober 1945 menjadi bagian penting dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang baru diproklamasikan.

Menurut Agustina, 81 tahun setelah peristiwa tersebut, Kota Semarang telah mengalami banyak perubahan dan generasi terus berganti. Meski demikian, nilai keberanian dan tanggung jawab tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini.