Peringatan ke-81 Pertempuran Lima Hari di Semarang diisi dengan upacara bendera, pembacaan cukilan sejarah oleh Drs. Stephanus Sukirno, MS, serta pertunjukan drama kolosal teatrikal sejarah oleh Untag dan Teater Pitoelas. Rangkaian kegiatan juga mencakup pameran kesejarahan di Lawang Sewu dan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Agustina berharap peringatan Pertempuran Lima Hari terus digelar untuk menjaga ingatan kolektif terhadap sejarah sekaligus meneruskan cita-cita kemerdekaan. Ia juga berharap Semarang tetap menjadi kota yang nyaman dan tenteram bagi generasi mendatang.

Selain itu, pameran arsip bertajuk Dari Semarang Kita Mulai berlangsung pada 14-20 Oktober 2026 di Lawang Sewu dan Rumah PoHan. Pameran tersebut menyajikan dokumentasi sejarah, kelas terbuka, serta diskusi literasi kesejarahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sejarah Kota Semarang.