Ia mengatakan setiap menteri memiliki peran dalam membangun kebijakan sesuai dengan tantangan pada masanya.

Salah satu tokoh yang disampaikan Yuliot adalah Subroto, Menteri Pertambangan dan Energi periode 1978-1988. Yang mana, menurut dia, Subroto memiliki peran dalam meletakkan dasar-dasar kebijakan di Kementerian ESDM.

"Seperti Pak Subroto, beliau justru banyak meletakkan dasar-dasar kebijakan yang ada di Kementerian ESDM," ujar Yuliot.

Ia menyebut tiga warisan utama Subroto, yaitu pembinaan organisasi kementerian, keberpihakan dan penguasaan negara atas sumber daya alam khususnya migas, serta program hemat energi. Kiprah Subroto juga diakui di tingkat global, termasuk saat dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal OPEC.