Selain itu, Yuliot menyinggung kebijakan subsidi energi pada masa Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh. Pada periode tersebut, subsidi diterapkan melalui dua skema, yaitu subsidi terbuka untuk bahan bakar minyak (BBM) dan subsidi tertutup untuk LPG, dengan pengawasan dalam pelaksanaannya.
"Jadi subsidi tepat sasaran itu juga sudah dimulai pada zaman Pak Darwin. Inilah yang kita lihat sebagai keberlanjutan kebijakan-kebijakan dari menteri-menteri sebelumnya," kata Yuliot menambahkan.
Memasuki usia ke-81, sektor pertambangan dan energi terus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional dengan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Fondasi kebijakan para pendahulu menjadi bagian dari perjalanan pengelolaan energi Indonesia dalam menghadapi tantangan penyediaan energi melalui pemanfaatan sumber daya, konservasi, dan diversifikasi energi untuk kepentingan generasi saat ini maupun mendatang.