Tahun ini, kata dia, pemerintah mendorong peningkatan produksi menjadi 610 ribu barel per hari. Akan tetapi, Yuliot mengatakan dalam realisasinya terdapat kendala-kendala yang menyebabkan target tersebut belum bisa tercapai.

β€œTentu ini kami berupaya bersama-sama bagaimana target minimal yang sudah ditetapkan ini bisa kita capai secara bersama-sama,” ucap dia.

Selanjutnya, di bidang energi terbarukan, Yuliot menyampaikan pemerintah berhasil merealisasikan program utamanya, yakni bahan bakar nabati (BBN) biodiesel B50 pada Juli 2026.

Yuliot menyampaikan implementasi B50 menjadi diversifikasi penggunaan minyak bumi sekitar 310 ribu barel per hari. Saat ini, tingkat konsumsi minyak di Indonesia sebesar 1,6 juta barel.

β€œTentu atas kekurangan ini kita melakukan pengadaan bahan bakar minyak yang berasal dari impor, baik crude maupun produk yang sudah dilakukan oleh berbagai badan usaha,” kata Yuliot.