Untuk bidang ketenagalistrikan, Yuliot menyebut rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai 99,85 persen. Adapun hal terpenting dari elektrifikasi nasional adalah kemampuan pemerintah memperluas jaringan listrik sehingga seluruh desa dapat teraliri dengan listrik.
βSehingga masyarakat tidak ada yang tidak merasakan bagaimana kemandirian energi, dan juga secara hak masyarakat itu bisa terpenuhi, ini merupakan bagian tanggung jawab negara untuk menyediakan energi bagi masyarakat,β kata Yuliot.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti upaya pemerintah dalam mendorong 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi dengan nilai investasi sekitar Rp618 triliun. Sebagian besar lokasi proyek pun berlokasi di luar Pulau Jawa.
βKami menyadari bahwa pekerjaan kita masih jauh dari selesai. Kita masih harus berjuang bersama untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan impor energi, memperbaiki iklim investasi, serta menjawab tantangan pemerataan dan keandalan pasokan energi secara nasional,β kata Yuliot.