Nezar menilai Indonesia tidak harus memulai dari jalur yang sama. Keunggulan dapat dibangun melalui kecepatan mengadopsi AI untuk meningkatkan pelayanan publik, mendorong aktivitas ekonomi, dan menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

"Di perlombaan adaptasi, kita tidak start dari belakang. Kemenangan ditentukan oleh siapa yang paling berani memakai AI untuk pelayanan publik yang lebih manusiawi dan ekonomi yang lebih personal," kata Nezar.

Ia menyebut ada empat aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun ekosistem AI, yakni akses terhadap teknologi dan kedaulatan digital, transformasi tata kelola pemerintahan, penguatan posisi dalam rantai nilai industri, serta kesiapan sumber daya manusia menghadapi perubahan dunia kerja akibat otomatisasi.

Nezar juga menekankan pentingnya memastikan masyarakat memiliki akses terhadap teknologi AI berkualitas tanpa ketergantungan pada satu penyedia teknologi. Selain itu, peningkatan keterampilan melalui program pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan kompetensi (upskilling) diperlukan agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menandatangani nota kesepahaman tentang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.