Ia menyebutkan secara nasional tahun ini tenaga kerja yang dikirimkan sekitar 40 ribu orang, tahun depan 140 ribu orang, berturut-turut sebanyak 180 ribu orang pada 2028, dan 140 ribu orang pada 2029.

"Langkah ini diambil untuk merespons fenomena penuaan populasi di negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Jerman yang membutuhkan tenaga kerja muda profesional dan kompeten," katanya.

Menurutnya selain sektor makan dan minum (F&B), pasar luar negeri juga membutuhkan tenaga kerja kompeten dan terampil di berbagai sektor lain seperti manufaktur, pelayanan, kesehatan, hingga perkebunan.