"Namun besarnya ekspor itu memang secara otomatis belum mencerminkan manfaat ekonomi, kita mendorong kebijakan logistik tumbuhnya industri, usaha lokal dan lapangan kerja," ujarnya.
Menurut Febrian, ada tiga sektor yang bisa jadi potensi andalan Kalsel, yakni menjadi daerah ketahanan pangan regional, pengembangan kawasan industri dan konektivitas infrastruktur pengembangan ekonomi.
"Masa depan Kalsel tidak hanya ditentukan dengan kedekatannya dengan IKN, tapi kesiapan memanfaatkan peluang ekonomi yang lahir dari pembangunan IKN, kita perlu mengubah kedekatan geografis menjadi keterhubungan ekonomi, mengubah kekayaan alam jadi nilai tambah, dan memastikan pertumbuhan ekonomi membawa kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Pada kegiatan yang diselenggarakan Kalimantan Post dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini tidak hanya diikuti Wamen PPN/Bappenas, juga perwakilan Otoritas IKN, jajaran Pemprov Kalsel, perwakilan BI dan lainnya.