Salah satu gagasan yang menjadi bahasan adalah pengembangan Green Business Academy melalui perguruan tinggi. Program ini dapat melibatkan dosen, peneliti, pelaku industri, dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi peluang usaha berkelanjutan.
Materi pembelajaran juga dapat disesuaikan dengan potensi setiap wilayah agar pengetahuan dan kepakaran perguruan tinggi dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan daerah.
Wamendiktisaintek juga menekankan pentingnya menghubungkan penelitian perguruan tinggi dengan persoalan yang dihadapi industri. Melalui mekanisme push and pull, industri dapat menyampaikan masalah yang membutuhkan solusi, sedangkan perguruan tinggi merespons melalui penelitian dan inovasi berdasarkan keahlian yang dimiliki.
"Pendekatan ini membuka ruang bagi penelitian untuk menjawab kebutuhan nyata industri, sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan peneliti yang memiliki kompetensi sesuai," ujarnya.