NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza menyebutkan bahwa realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga periode 6 Oktober 2026 telah mencapai Rp243,3 triliun.

"Perkembangan realisasi KUR hingga Oktober 2026 telah tersalur sebanyak Rp243 triliun kepada 3,77 juta UMKM," katanya pada saat Bursa Wirausaha Unggulan 2026 yang digelar Kementerian UMKM di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Rabu.

Untuk penyaluran sektor produksi, kata dia, sebesar Rp159 triliun atau 66 persen, dan telah mencapai target nasional sebesar 65 persen.

Realisasi debitur baru juga mencapai 1.606.995 debitur atau telah melampaui target nasional sebanyak 1.372.311 debitur baru secara nasional.

Sedangkan untuk debitur graduasi, dari target 1.105.793 debitur, telah terealisasi sebanyak 702.785 debitur atau 63,6 persen.

Ia menyebutkan penyaluran KUR untuk Jateng pada periode yang sama telah mencapai Rp42,8 triliun kepada 760.447 debitur.

"Kalau di Jawa Tengah, penyaluran KUR telah mencapai 42,8 triliun kepada 760.477 debitur dengan sektor produksi Rp25,5 triliun," katanya.

Dari 35 kabupaten/kota di Jateng, penyaluran KUR terbesar di Kabupaten Pati sebesar Rp2,87 triliun kepada 42.804 debitur.

Serta, Kabupaten Grobogan dengan penyaluran KUR sebesar Rp2,40 triliun kepada sebanyak 40.346 debitur.

"Jadi, masih ada kesempatan kepada teman-teman, pengusaha UMKM untuk bisa menikmati fasilitas ini," katanya.

Menurut dia, penyaluran KUR memang diarahkan ke sektor produksi, sebab di sektor tersebut tercipta banyak lapangan pekerjaan.

Khusus untuk Jateng, kata dia, penyaluran KUR terbanyak masih pada sektor pertanian, disusul oleh perikanan dan pengolahan makanan.

"Karena Jawa Tengah itu adalah penghasil tenaga kerja yang sangat banyak, kita berharap sektor produksi khusus Jateng itu bukan 65 persen, tetapi kalau bisa sekitar 67 persen," katanya.

Apalagi, kata dia, banyak perguruan tinggi di Jateng yang juga memiliki inkubator bisnis sehingga bisa mendukung pengembangan sektor produksi UMKM.