“Kami menyadari yang paling tahu kekurangan itu adalah rektor sama dekan. Karena itu nanti akan kami komunikasikan dengan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri,” katanya.

Ia menambahkan, perwakilan dari ketiga wakil kementerian tersebut dijadwalkan kembali berkunjung ke Aceh untuk melanjutkan program pesantren bebas tuberkulosis (TBC). Rektor dan dekan dapat menyiapkan berkas proposal kebutuhan untuk didiskusikan bersama dengan kementerian tersebut.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman mengatakan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry pada 2026 diberikan kuota sebanyak 50 mahasiswa dan sembilan di antaranya merupakan penghafal Al Quran 30 juz.

Ia berharap kepada Wakil Menteri Agama agar pada 2026 hingga 2027 Kementerian Agama dapat mendukung dan membantu perlengkapan laboratorium Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry.

“Alhamdulillah, kita sudah ada izin, sudah ada mahasiswa, mudah-mudahan seluruh proses pembelajaran di Fakultas Kedokteran kita dapat berjalan dengan baik dengan seluruh sarana yang lengkap, modern, sesuai dengan standar,” katanya dalam kegiatan yang turut dihadiri Pj Sekda Aceh, Taufik.