Selain itu, Afriansyah menilai bahwa pembangunan nasional membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar kebijakan yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Oleh karena itu, ruang dialog, kritik yang konstruktif, dan gagasan yang solutif perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan.

β€œMari kita bangun budaya kritik yang konstruktif, pengawasan publik yang bertanggung jawab, serta gagasan yang solutif demi memastikan kebijakan pembangunan berjalan transparan, berintegritas, dan tepat sasaran,” kata Wamenaker.