NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat upaya pembangunan SDM melalui peningkatan akses pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, produktivitas tenaga kerja, perlindungan pekerja, serta penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Kemnaker juga mengembangkan kompetensi digital dan green jobs untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi perubahan teknologi, transformasi ekonomi, dan kebutuhan pekerjaan masa depan,” kata dia.

Lebih lanjut, Afriansyah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan tidak hanya dilihat dari jumlah program yang terlaksana, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan bagi tenaga kerja dan masyarakat.

“Peningkatan kompetensi, meluasnya kesempatan kerja, membaiknya kesejahteraan pekerja, dan meningkatnya produktivitas nasional menjadi ukuran penting dalam pembangunan ketenagakerjaan,” ujar Wamenaker.

Ia menambahkan, upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 juga membutuhkan peran aktif generasi muda sebagai penggerak perubahan, penjaga integritas, dan pencipta inovasi.

Keterlibatan generasi muda, lanjut dia, diperlukan agar pembangunan nasional tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

“Kaum muda harus mengambil peran aktif sebagai penggerak perubahan, penjaga integritas, dan pencipta inovasi. Kita membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menghasilkan angka, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan secara nyata oleh rakyat,” ujarnya.

Selain itu, Afriansyah menilai bahwa pembangunan nasional membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar kebijakan yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Oleh karena itu, ruang dialog, kritik yang konstruktif, dan gagasan yang solutif perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan.

“Mari kita bangun budaya kritik yang konstruktif, pengawasan publik yang bertanggung jawab, serta gagasan yang solutif demi memastikan kebijakan pembangunan berjalan transparan, berintegritas, dan tepat sasaran,” kata Wamenaker.