NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyampaikan Kemnaker terus memperkuat program pendidikan vokasi dan pemagangan guna meningkatkan kompetensi serta kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja sesuai keterampilan lulusan dengan kebutuhan industri dan perkembangan pasar kerja.

Afriansyah Noor di Kota Magelang, Jawa Tengah, Jumat, mengatakan kompetensi yang didukung sertifikasi menjadi modal penting bagi lulusan untuk melamar kerja dan bersaing di dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan usai memberikan pembekalan penguatan kompetensi dan daya saing generasi muda di Universitas Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah.

Ia menjelaskan, mengembangkan program vokasi nasional yang diprioritaskan bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Program tersebut diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Selain program vokasi nasional, katanya, juga menjalankan Program MagangHub yang memberikan kesempatan kepada peserta dari dunia pendidikan untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung.

Ia menyebutkan Program MagangHub angkatan ketiga membuka kesempatan bagi 150 ribu peserta. Pendaftaran program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026.

Kemudian program vokasi nasional ditargetkan menjangkau 250 ribu orang, terutama lulusan SMA dan SMK yang membutuhkan peningkatan keterampilan untuk memasuki pasar kerja.

Menurut dia, pelaksanaan Program MagangHub pada angkatan pertama dan kedua berjalan dengan baik. Pemerintah berharap program tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi peserta dalam memperoleh pengalaman dan meningkatkan kesiapan kerja.

Ia menambahkan penguatan pendidikan vokasi dan pemagangan merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses peningkatan kompetensi bagi generasi muda.

Melalui kedua program tersebut, Kemnaker berharap semakin banyak lulusan pendidikan yang memiliki keterampilan relevan, pengalaman kerja, serta sertifikasi kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Dengan demikian, katanya, penguatan vokasi dan pemagangan diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia sekaligus memperluas peluang generasi muda untuk memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki.