NADIKABAR.COM — Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan salah satu kandidat pimpinan Inter-Parliamentary Union (IPU) yang akan segera menjalani proses pemilihan. Kepada calon pimpinan forum parlemen dunia itu, Puan membahas soal isu pemberdayaan perempuan dalam politik.

Adapun pemilihan Presiden IPU ke-32 untuk periode 2026-2029 digelar dalam rangkaian Sidang Umum IPU ke-153 yang berlangsung di Arusha, Tanzania. Saat ini, posisi Presiden IPU ke-31 dijabat oleh Tulia Ackson dari Republik Persatuan Tanzania. Pemilihan Presiden IPU ke-32 digelar pada Jumat (9/10) dalam Sidang Majelis IPU ke-153 di Arusha.

"Saya akan hadir langsung di hari pemilihan Presiden IPU periode 2026-2029. Kehadiran saya adalah bentuk dukungan pribadi dan lembaga parlemen Indonesia terhadap proses pemilihan Presiden IPU ini," ungkap Puan dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

Untuk pemilihan pimpinan IPU, terdapat tiga calon di mana dua di antaranya yakni Azerbaijan dan Australia memiliki hubungan cukup dekat dengan Indonesia. Ketiga kandidat Presiden IPU tersebut adalah Sahiba Gafarova (Ketua Parlemen Azerbaijan), Milton Dick (Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Australia), dan Rojo Edwards Silva (Senator Parlemen Chile).

Puan sempat melakukan pertemuan resmi dengan Ketua Parlemen Azerbaijan, Sahiba Gafarova. Pertemuan dengan kandidat perempuan Presiden IPU itu dilakukan di sela-sela Sidang Umum IPU di Tanzania, Kamis (8/10).

Selain berbicara soal kerja sama antar negara, Puan yang merupakan Ketua Majelis Sidang Umum IPU ke-144 tahun 2022 itu mendengar visi misi Sahiba Gafarova sebagai kandidat Presiden IPU.

Saat bertemu dengan Ketua Parlemen Azerbaijan, Sahiba Gafarova, Puan menyinggung mengenai hubungan Indonesia-Azerbaijan yang terus berkembang, termasuk hubungan parlemen kedua negara sejak tahun 2012 melalui kelompok kerja sama parlemen.

Parlemen Indonesia dan Azerbaijan pun aktif di IPU, PUIC (Persatuan Parlemen Negara Anggota OKI), parlemen Gerakan Non-Blok (GNB) atau Non-Aligned Movement (NAM), dan APA atau Majelis Parlemen Asia.

"Saya mencatat dukungan aktif Azerbaijan terhadap posisi Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk dalam konteks GNB dan isu Palestina," tutur Puan.