Puan lalu menekankan pentingnya peningkatan kerja sama parlemen Indonesia dan Azerbaijan dengan berbagai isu yang dikembangkan, termasuk tentang pemberdayaan perempuan di politik.

"Kita berdua adalah Ketua Parlemen perempuan sehingga merupakan tanggung jawab kita untuk membina kepemimpinan politik perempuan dan partisipasi perempuan di semua sektor dan tingkatan," ungkap Puan kepada Ketua Parlemen Sahiba Gafarova.

"Energi inilah yang akan mempererat persahabatan kita yang dapat dilakukan dengan sejumlah program konkret seperti pertukaran kapasitas legislator (terutama perempuan), hingga riset bersama isu iklim/energi," imbuh Puan.

Puan juga mengajak agar Indonesia dan Azerbaijan selalu saling mendukung dalam forum-forum dunia.

"Termasuk mengenai isu Palestina, reformasi tata kelola global, dan kerja sama Selatan-Selatan," ujar perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu. Dalam hubungan bilateral, Puan berharap kedua pemerintah dapat mempercepat finalisasi dan implementasi MoU sektoral seperti di bidang industri, kebudayaan, dan energi terbarukan, yang telah dibahas. "Mari kita terus memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Azerbaijan, bukan hanya untuk kepentingan kedua negara, tetapi juga untuk kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global," papar Puan.

Puan tak hanya melakukan pertemuan dengan Sahiba Gafarova. Ia juga sempat melakukan bilateral meeting dengan Presiden Senat Thailand, Mongkol Surasajja, hari ini.

"Saya berharap kita dapat terus mendorong hubungan yang lebih erat antara DPR RI dan Majelis Nasional Thailand, termasuk melalui Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat Thailand," kata Puan dalam pertemuan.

Puan pun mendorong lebih banyak pertukaran antara kelompok persahabatan maupun komisi-komisi parlemen yang memiliki kepentingan dan isu yang sama. "Saya juga melihat pentingnya kita memanfaatkan forum-forum parlemen, baik regional maupun multilateral, seperti ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), untuk memperkuat kerja sama dan pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Thailand," urainya.

Mantan Menko PMK itu berpandangan, AIPA sangat penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Thailand. Menurut Puan, kedua negara perlu terus bekerja sama untuk memastikan AIPA mampu memberikan kontribusi yang lebih nyata terhadap agenda ASEAN.