NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan daya saing produk fesyen Indonesia melalui integrasi industri dari hulu ke hilir, inovasi berkelanjutan, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan guna memperluas penetrasi pasar global.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi industri fesyen nasional, seiring nilai pasar pakaian jadi dunia yang diproyeksikan mencapai sekitar 1,80 triliun dolar AS pada 2026.

"Sektor fesyen Indonesia memiliki potensi besar karena didukung kreativitas dan karakter produk yang kuat. Ke depan, kita perlu memperkuat daya saing agar produk fesyen lokal tidak hanya dikenal, tetapi juga mampu bersaing dan semakin diminati konsumen dunia," ujar Roro dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Kinerja ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Pada periode Januari-Agustus 2026, ekspor sektor tersebut mencapai 8,15 miliar dolar AS dengan surplus perdagangan sebesar 2,18 miliar dolar AS.