Ekspor pakaian jadi menjadi kontributor terbesar dengan nilai 5,90 miliar dolar AS atau sekitar 72,4 persen dari total ekspor TPT. Nilai tersebut tumbuh 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Roro, capaian tersebut mencerminkan besarnya peluang bagi produk fesyen nasional untuk memperluas jangkauan pasar ekspor. Namun, peluang itu perlu dioptimalkan melalui peningkatan penggunaan bahan baku dalam negeri, pengembangan desain, inovasi produk, serta pemenuhan standar internasional.

"Ke depan, kita perlu meningkatkan penggunaan bahan baku dalam negeri, pengembangan desain dan inovasi, pemenuhan standar internasional, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor antara industri, desainer, dan UMKM. Dengan demikian, produk fesyen Indonesia tidak hanya dikenal, tetapi juga makin diminati dan dipercaya konsumen dunia," katanya.

Kementerian Perdagangan, lanjut Roro, l berkomitmen mendorong daya saing produk nasional melalui pengembangan produk, promosi perdagangan, dan perluasan akses pasar. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi pelaku usaha fesyen Indonesia dalam rantai perdagangan global.