NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong kepala desa untuk membangun kepemimpinan yang berdampak, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan III di Universitas Sriwijaya, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu.

Bima dalam keterangan diterima di Jakarta mengatakan kepemimpinan yang berdampak membutuhkan visi dan keberpihakan yang jelas, kemampuan membaca serta menganalisis data, penentuan prioritas yang realistis, dan keterampilan berkolaborasi.

Menurutnya, kepala desa harus mampu memahami kebutuhan masyarakat dan mengarahkan sumber daya untuk menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata.

Ia juga mengingatkan agar kepala desa tidak terjebak pada kegiatan seremonial dan rutinitas birokrasi. Anggaran desa harus diprioritaskan untuk pelayanan publik dan program pembangunan yang konkret serta sesuai kebutuhan masyarakat.

Bima turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi. Menurutnya, kampus dan desa dapat saling belajar melalui pertukaran pengetahuan akademik dan pengalaman praktik di lapangan.