Ia mengharapkan para kepala desa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kembali ke daerah dengan semangat menjadi kepala desa terbaik di Sumatera Selatan.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri Bernhard Eduard Rondonuwu menyampaikan program KDMK dirancang sebagai wahana pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi kepala desa dalam bidang tata kelola pemerintahan desa, transformasi digital, kepemimpinan publik.
Kemudian, inovasi pelayanan, pengelolaan potensi desa, penguatan ekonomi serta pembangunan berbasis data dan bukti (evidence-based policy).
Program itu juga membuka ruang bagi kepala desa untuk membangun jejaring kemitraan dengan perguruan tinggi, praktisi, dan sesama kepala desa dari berbagai daerah.
Pelaksanaannya menggunakan pendekatan kolaboratif melalui pembelajaran akademik, riset, inovasi, praktik lapangan, coaching, mentoring, dan transformasi digital.
KDMK menjadi salah satu instrumen strategis Ditjen Bina Pemerintahan Desa dalam mendukung terwujudnya Pemerintahan Desa Berdampak serta percepatan penerapan Smart Village di seluruh Indonesia.