Sebab, kata Bima, keberlangsungan kehidupan di sebuah wilayah bergantung pada seberapa besar terbukanya ruang partisipasi bagi anak muda yang notabenenya akan menjadi pemimpin di masa depan.
Pada kesempatan itu, Wamendagri Bima Arya mengemukakan saat menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) selalu mengundang aktivis pelajar serta berbagai komunitas untuk terlibat di dalam agenda pertemuan nasional.
Setiap aktivis pelajar dan komunitas yang dilibatkan diberikan ruang melakukan diskusi dengan kepala daerah masing-masing untuk bersama-sama merancang masa depan kota.
Bima pun menegaskan para kepala daerah tidak boleh memandang anak muda sebagai komoditas politik semata yang hanya didengar ketika mendekati masa kontestasi pemilihan umum.