NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, menegaskan pembangunan Papua perlu mengedepankan pendekatan geokultural, multiaktor, dan kodeterminatif agar dapat berlangsung secara damai, bermartabat, dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan di Tanah Papua harus memperhatikan karakteristik sosial budaya, kondisi geografis, serta kebutuhan masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.
Hal tersebut disampaikan Ribka saat menghadiri Seminar Nasional Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) bertema 'Pendekatan Geokultural, Multiaktor, dan Kodeterminatif dalam Mewujudkan Pembangunan Papua yang Damai, Bermartabat, dan Berkelanjutan' di Gedung Seskoad, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa (3/11).
Dalam kesempatan tersebut, Ribka menegaskan perdamaian merupakan harapan utama masyarakat Papua.
"Masyarakat Papua menginginkan ada perdamaian," ujar Ribka dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).
Ribka menjelaskan pentingnya pendekatan geokultural karena Papua memiliki keragaman suku, bahasa, adat istiadat, dan struktur sosial yang perlu dipahami dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Pemahaman terhadap karakteristik masyarakat setempat menjadi salah satu kunci agar kebijakan dan program pembangunan dapat diterima serta menjawab kebutuhan warga.