NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengatakan Kemendagri terus berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan di daerah. Upaya ini dilakukan melalui pengendalian inflasi, penguatan pertumbuhan ekonomi, dan memastikan pembangunan daerah selaras dengan program prioritas nasional.

Ribka mengatakan keberlanjutan pembangunan membutuhkan konsistensi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Karena itu, penting untuk membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar program yang direncanakan dapat dilaksanakan secara terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Bahwa konsistensi terhadap perencanaan itu sangat penting," kata Ribka dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).

Hal tersebut disampaikan saat mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menjadi pembicara kunci pada Penyerahan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah Tahun 2026 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9) kemarin.

Dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, Kemendagri secara konsisten menggelar rapat koordinasi pengendalian inflasi setiap minggu bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan kementerian/lembaga terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan gejolak inflasi tidak menghambat proses pembangunan.

"Tujuannya untuk bagaimana kita menjaga inflasi daerah, kenaikan harga barang dan semuanya supaya ada pengendalian [yang] baik, sehingga seluruh proses-proses pembangunan ini dapat dilaksanakan di daerah," ujarnya.

Selain inflasi, Kemendagri akan terus mengawal pertumbuhan ekonomi daerah dengan membentuk tim untuk memantau pertumbuhan ekonomi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program dan intervensi pemerintah pusat dapat diimplementasikan di daerah.

"Jadi pertumbuhan ekonomi ini juga kami di Kementerian Dalam Negeri, Bapak Menteri Dalam Negeri sudah bentuk satu tim untuk terus mengikuti supaya semua program Asta Cita dari Bapak Presiden kita pada era transformasi ini terkait dengan masalah ekonomi dan semua program intervensi dari pemerintah pusat itu kemudian betul-betul diimplementasi di daerah," jelasnya.

Menurut Ribka, penguatan ekonomi daerah juga perlu diarahkan untuk mendukung agenda strategis nasional, seperti pengembangan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan hilirisasi sesuai potensi wilayah. Karena itu, sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah perlu terus diperkuat agar program nasional dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat di daerah.

Selain itu, Kemendagri juga mendorong pembangunan berbasis data serta pengelolaan APBD yang berorientasi pada program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hal ini mencakup upaya menekan kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan pembangunan manusia.

Ribka menegaskan perencanaan pembangunan nasional dan daerah merupakan satu kesatuan. Karena itu, konsistensi perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan perlu dijaga agar seluruh program pembangunan bergerak dalam satu arah.

"Dalam teorinya it's okay, but dalam pelaksanaannya kadang-kadang jauh dari itu Bapak Menteri Bappenas. Ini yang mungkin perlu kita disiplinkan bersama," pungkasnya.