NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong pemerintah daerah (Pemda) mengoptimalkan pemanfaatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung upaya pengendalian inflasi. Anggaran tersebut dapat diarahkan untuk membantu kelancaran distribusi pangan.

Hal itu disampaikan Wiyagus dalam Rapat Lanjutan Monitoring dan Evaluasi Pengendalian Inflasi pada Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan Inflasi Tertinggi se-Wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.

Wiyagus menjelaskan, optimalisasi pemanfaatan BTT menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan Pemda untuk merespons tekanan inflasi, khususnya yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas pangan.

Menurut Wiyagus, melalui dukungan terhadap kelancaran distribusi, biaya pengangkutan komoditas diharapkan dapat ditekan sehingga harga pangan di tingkat masyarakat tetap terjangkau.

Wiyagus menekankan, langkah pengendalian inflasi perlu dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah. Terlebih, sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sulawesi menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas pasokan pangan akibat fenomena cuaca ekstrem yang memengaruhi hasil produksi sejumlah komoditas, termasuk cabai.