NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri RI (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bonus demografi harus dimanfaatkan untuk menyiapkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan yang adaptif, inovatif, dan mampu menyelesaikan persoalan di lingkungannya. Kepemimpinan tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Wiyagus saat memberikan sambutan pada Indonesia Youth Summit 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (30/10).

Dalam sambutannya, Wiyagus mengajak para peserta untuk menengok kembali sejarah pergerakan pemuda Indonesia. Ia mengingatkan Kebangkitan Nasional pada 1908 dan Kongres Pemuda II pada 1928 turut dimotori generasi muda yang saat itu berusia sekitar 18-28 tahun.

Menurut Wiyagus, kehadiran perwakilan pemuda dari 38 provinsi dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran semangat persatuan dan kepemimpinan pemuda sebagaimana tercermin dalam Kongres Pemuda II.

Wiyagus menjelaskan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan masa perjuangan. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, derasnya arus informasi, serta persoalan yang semakin kompleks dan tidak linear, pemuda perlu memiliki integritas, ketangguhan, kemampuan beradaptasi, dan semangat kolaborasi.