Wiyagus juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya membaca agar generasi muda mampu memahami informasi secara mendalam sekaligus memilah informasi yang diterima.

Wiyagus menilai generasi milenial dan generasi Z (Gen Z) memiliki peran penting dalam menentukan arah bangsa ke depan. Karena itu, bonus demografi perlu dimanfaatkan untuk membangun kapasitas kepemimpinan generasi muda, bukan sekadar menjadi potensi demografis.

"Bonus demografi tidak boleh lewat begitu saja, tapi harus memberikan dividen kepemimpinan. Kepemimpinan yang adaptif, inovatif, kemudian juga bisa menyelesaikan permasalahan minimal di tempat kita masing-masing," ujar Wiyagus, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).

Lebih lanjut, Wiyagus menyampaikan peran pemuda telah tercantum secara eksplisit dalam Asta Cita keempat Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Sejalan dengan hal tersebut, urusan kepemudaan merupakan urusan wajib pemerintah daerah (pemda) yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Karena itu, pemda perlu memasukkan program kepemudaan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah hingga rencana strategis organisasi perangkat daerah (Renstra OPD), serta mengalokasikan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).