Ia menilai pengalaman belajar yang demikian penting agar pendidikan tidak terlepas dari lingkungan dan potensi yang dimiliki murid.

Ia mengapresiasi kinerja sekolah yang mengembangkan teknologi guna memperkuat kemandirian anak dalam wirausaha yang dikaitkan dengan lingkungan.

“Saya senang bisa berkunjung ke salah satu model sekolah yang membuat pendidikan itu memanusiakan manusia dan terkoneksi dengan lingkungan alam semesta. Dan juga SAI dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang memberikan ruang bagi anak untuk berkembang secara utuh,” kata Fajar.

Kepala SMA SAI Yanto Sutrisno Saragih mengatakan seluruh murid di sekolah itu berasal dari Papua, antara lain Kabupaten Intan Jaya, Nabire, dan Dogiyai.

Proses pendidikan di SAI, katanya, juga dirancang agar murid tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengenali jati diri, potensi, dan peran yang dapat mereka jalankan bagi daerah asal.