NADIKABAR.COM β€” Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memastikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari kedua di SMA Negeri 2 Cileungsi dan SMK Negeri 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat berjalan lancar.

Dalam kunjungan tersebut, Fajar berdialog dengan kepala sekolah, guru, dan murid untuk mendengarkan pengalaman mereka, mulai dari persiapan menghadapi TKA hingga kendala yang muncul selama pelaksanaan.

β€œProses penyusunan soal TKA itu melibatkan guru-guru,” ujar Wamendikdasmen Fajar dalam pernyataan tertulis yang disiarkan di Jakarta Pusat pada Selasa.

Ia menjelaskan bahwa para guru menyusun soal secara kolektif dengan mempertimbangkan kemampuan murid di lapangan.

Fajar juga menanggapi masukan guru mengenai kesesuaian materi yang dipelajari di sekolah dengan soal TKA.

Menurutnya, pembelajaran mendalam lebih menekankan pemahaman terhadap materi esensial daripada banyaknya materi yang harus dipelajari.

Pada kesempatan itu, Kepala SMA Negeri 2 Cileungsi Titin Kustini menjelaskan sekolah telah menyiapkan berbagai kebutuhan sebelum TKA berlangsung.

Persiapan itu mencakup sosialisasi kepada murid dan orang tua, pengecekan laboratorium komputer dan jaringan internet, pemeliharaan perangkat, hingga penyediaan listrik cadangan. Sekolah juga telah melakukan simulasi dan gladi bersih agar murid terbiasa menggunakan aplikasi dan memahami alur TKA.

Selain persiapan teknis, Titin menjelaskan bahwa pihaknya juga memberikan pendampingan akademik melalui pendalaman materi dan latihan soal selama tiga minggu. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) turut mendampingi murid untuk menjaga motivasi dan membantu mereka mengelola stres.

"Sekolah juga membuka ruang konsultasi bagi murid yang membutuhkan. Kepada pada orang tua kami ajak untuk memberikan dukungan tanpa membebani anak dengan tuntutan hasil yang berlebihan," kata Titin.

Dari sisi murid, Manggala Hida Rizki, murid kelas XII SMA Negeri 2 Cileungsi, menceritakan bahwa soal Bahasa Indonesia yang dikerjakannya pada sesi pertama banyak berbasis teks.

Menurutnya, pemahaman terhadap bacaan membantu dirinya menemukan jawaban.

Untuk mempersiapkan diri, ia mengerjakan latihan soal daring, belajar bersama guru, dan berdiskusi dengan teman.

β€œTKA sangat bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembelajaran yang telah dijalaninya. Saya cukup setuju dengan wacana menjadikan TKA sebagai validator,” kata Manggala.