"Science Techno Park didukung oleh pendanaan dari LPDP, itu sekarang juga sudah memiliki startup yang menunggu spin-off dari industri.

"Ini juga mempertemukan industri-industri dengan inovator-inovator di universitas, agar risetnya bisa dihilirisasi," jelasnya lebih lanjut.

Sebagai superfood, tempe bisa terus dieksplorasi inovasinya. Jika riset, bahan, dan inovasi produknya sudah ada, Wamen Fauzan berharap bisa bertemu industri yang siap memproduksi tempe dan berkembang jadi komoditi ekspor.

"Nanti namanya Tempe Bestari Saintek. Ini baru dikatakan riset berdampak. Jadi berdampak itu harus kita akhiri apakah memiliki value yang meningkatkan harkat martabat ekonomi atau tidak. Kita harus punya definisi itu," tekannya.