NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengajak kepada seluruh siswa SMA Unggul Garuda untuk dapat lebih mengenali diri sendiri demi mengoptimalkan potensi untuk meraih prestasi.

Melalui keterangan di Jakarta, Senin, Wamen Fauzan menekankan pentingnya dorongan dari dalam diri agar siswa tetap bersemangat dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.

"Harus dilihat kompetisi itu, medan kompetisinya seperti apa, materi kompetisinya seperti apa, apa yang harus disiapkan, strategi apa yang harus dilakukan. Anda ini punya energi dan saudara harus sadar," katanya.

Wamendiktisaintek menyampaikan bahwa potensi diri perlu disertai persiapan yang matang. Siswa perlu memahami medan persaingan yang akan dihadapi, mempelajari materi yang dibutuhkan, serta menyusun strategi untuk mencapai tujuan.

Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak membatasi kemampuan diri dengan keraguan sebelum mencoba, sekaligus mendorong siswa untuk membangun keyakinan terhadap kemampuan diri, disertai usaha dan komitmen dalam menjalani proses meraih cita-cita.

"Jangan mengatakan tidak bisa, karena anda nanti akan tidak bisa, tetapi katakanlah saya bisa, saya pasti bisa," ujarnya.

Wamen Fauzan turut membagikan pengalamannya ketika bercita-cita menjadi guru sejak SMP. Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa kegagalan tidak harus membuat seseorang berhenti berusaha.

Menurut dia, kerja keras dan semangat yang kuat menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan dalam proses meraih keberhasilan.

"Gagal dan berhasil adalah satu hal yang memang terjadi tanpa dihindari, tetapi biasanya keberhasilan itu berpihak kepada orang yang memiliki kerja keras, semangat yang kuat. Kalau semangat kuat kemudian belum berhasil atau tidak berhasil, itu hanyalah challenge yang harus dilewati," ucap Fauzan.

Selain mempersiapkan kemampuan akademik, Wamen Fauzan berpesan agar para siswa tetap berpegang pada cita-cita dan tidak mudah terpengaruh oleh pandangan negatif dari lingkungan.

Diketahui, saat ini, Ekosistem SMA Unggul Garuda mencakup 51 titik di seluruh Indonesia, terdiri atas 4 SMA Unggul Garuda Baru dan 47 SMA Unggul Garuda Transformasi. Empat SMA Unggul Garuda Baru tersebut berlokasi di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan, dan Timor Tengah Selatan.

Untuk memperkenalkan ekosistem pendidikan tersebut kepada masyarakat sekaligus menyosialisasikan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2027/2028, Kemdiktisaintek menyelenggarakan gelar griya atau open house secara serentak di tiap sekolah tersebut pada Sabtu (17/10).